KENDARI — Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Teknik, menunjukkan komitmen serius dalam mengembangkan penelitian inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat lokal. Pada tanggal 3 April 2026, kampus yang berlokasi di jantung Kota Kendari ini meluncurkan hasil penelitian bersama yang menggabungkan keahlian dosen dan dedikasi mahasiswa dalam menciptakan sistem irigasi otomatis berbasis Internet of Things (IoT) yang dirancang khusus untuk meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah Sulawesi Tenggara.
Penelitian ini merupakan hasil kolaborasi intensif selama delapan bulan antara Tim Peneliti dari Program Studi Teknik Elektro dan Teknik Mesin, melibatkan lima dosen pembimbing utama dan dua belas mahasiswa dari berbagai tingkat akademik. Inovasi tersebut telah diuji coba di lahan pertanian milik kelompok tani di Desa Abeli, Kecamatan Kendari Barat, dengan hasil yang menunjukkan peningkatan efisiensi penggunaan air hingga 60 persen dan peningkatan hasil panen hingga 45 persen dibandingkan dengan sistem irigasi konvensional.
Sistem yang diberi nama “SmartFarm Kendari” ini mengintegrasikan sensor kelembaban tanah, sensor suhu, sensor cahaya matahari, dan sistem otomasi berbasis mikrokontroler yang dapat dimonitor melalui aplikasi mobile dan web dashboard secara real-time. Teknologi ini memungkinkan petani untuk mengetahui kondisi lahan mereka kapan saja dan dimana saja, serta memberikan rekomendasi otomatis untuk pengaturan sistem irigasi yang optimal.
“Penelitian ini lahir dari kekhawatiran kami terhadap keterbatasan sumber daya air di wilayah Kendari yang mengalami musim kemarau panjang setiap tahunnya,” ujar Dr. Ir. Hendrik Suryanto, Ketua Program Studi Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Kendari, dalam wawancara eksklusif pada Jumat (3/4/2026). Beliau menambahkan, “Kami percaya bahwa teknologi harus digunakan untuk mengatasi permasalahan konkret yang dihadapi masyarakat kita. SmartFarm Kendari adalah bukti nyata bahwa penelitian akademis dapat memberikan dampak praktis bagi kehidupan sehari-hari.”
Proses pengembangan sistem ini dimulai dari identifikasi masalah yang dilakukan melalui focus group discussion dengan kelompok tani di berbagai desa di sekitar Kendari. Hasil diskusi menunjukkan bahwa sebagian besar petani mengalami kesulitan dalam mengelola sistem irigasi tradisional yang membutuhkan tenaga kerja besar dan tidak efisien dalam penggunaan air. Selain itu, banyak petani yang mengalami kerugian akibat kesalahan waktu penyiraman yang menyebabkan tanaman layu atau membusuk.
Dari identifikasi masalah tersebut, tim peneliti merancang solusi teknologi yang tidak hanya canggih tetapi juga terjangkau dan mudah digunakan oleh petani dengan tingkat literasi teknologi yang beragam. Setiap komponen dipilih dengan cermat untuk memastikan ketahanan terhadap kondisi iklim tropis basah-kering di Sulawesi Tenggara.
“Kami menggunakan sensor-sensor yang tahan terhadap korosi dan temperatur ekstrem, serta panel surya untuk mengurangi ketergantungan pada sumber listrik PLN,” jelas Ir. Siti Nurhaliza, M.T., salah satu dosen pembimbing dari Program Studi Teknik Mesin. Beliau menjelaskan lebih lanjut mengenai spesifikasi teknis sistem yang telah dikembangkan selama berbulan-bulan dengan melibatkan puluhan iterasi perbaikan.
Keterlibatan mahasiswa dalam penelitian ini tidak hanya terbatas pada pelaksanaan teknis, tetapi juga mencakup pengembangan konsep, analisis data, dan pembuatan dokumentasi ilmiah. Mahasiswa tingkat akhir bernama Muhammad Rizki Pratama, peserta aktif dalam proyek ini, mengungkapkan pengalamannya yang sangat berharga.
“Awalnya saya hanya mengira penelitian itu hanya teori di kelas, namun proyek SmartFarm Kendari membuka wawasan saya bahwa penelitian akademis bisa langsung membantu masyarakat. Saya belajar banyak tentang programming Arduino, komunikasi data wireless, dan terutama tentang bagaimana memahami kebutuhan pengguna akhir,” kata Rizki dengan antusias, saat ditemui di Laboratorium Teknik Elektro Universitas Muhammadiyah Kendari.
Sementara itu, mahasiswi semester enam bernama Nur Azizah Putri yang terlibat dalam aspek desain hardware dan perakitan sistem, juga berbagi pengalaman positifnya. “Paling menarik bagi saya adalah ketika kami melakukan uji coba pertama di lapangan dan sistem berhasil bekerja sesuai harapan. Melihat petani lokal begitu tertarik dan antusias dengan teknologi yang kami buat memberikan motivasi ekstra untuk terus berinovasi,” tuturnya.
Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof. Dr. H. Muhammad Basir Cyio, M.Si., memberikan apresiasi tinggi terhadap pencapaian ini. Dalam pernyataan resminya, Beliau menyatakan bahwa penelitian jenis ini sejalan dengan visi kampus untuk menjadi universitas yang berorientasi pada problem-solving dan pengabdian masyarakat.
“Universitas Muhammadiyah Kendari berkomitmen untuk mengembangkan penelitian yang tidak hanya berkualitas secara akademis, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Penelitian SmartFarm Kendari adalah teladan bagus tentang bagaimana Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat dilaksanakan secara sinergis,” ujar Prof. Basir dalam kesempatan peninjauan langsung ke lokasi penelitian di Desa Abeli.
Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Kendari, Ir. Budiman Saleh, M.Eng., Ph.D., juga mengakui bahwa kolaborasi antar program studi dalam penelitian ini memberikan nilai tambah yang signifikan. “Ketika Teknik Elektro dan Teknik Mesin bekerja sama, hasilnya adalah produk yang holistik dan terintegrasi dengan baik. Kami mendorong lebih banyak kolaborasi lintas program studi seperti ini di masa depan,” ucapnya.
Dampak penelitian ini diperkirakan akan meluas ke berbagai wilayah di Sulawesi Tenggara dalam waktu dekat. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara telah menunjukkan ketertarikan untuk mengintegrasikan teknologi SmartFarm Kendari ke dalam program pengembangan pertanian berkelanjutan. Selain itu, beberapa kelompok tani di Kecamatan Kendari Barat dan Kecamatan Konawe Selatan telah mengajukan permohonan untuk menerapkan sistem ini di lahan mereka.
Dari aspek akademis, penelitian ini telah menghasilkan dua naskah artikel ilmiah yang sedang dalam proses review untuk dimuat di jurnal internasional terakreditasi. Tim peneliti juga sedang mempersiapkan dua proposal penelitian lanjutan yang akan berfokus pada optimisasi algoritma kontrol dan pengembangan fitur prediktif berbasis artificial intelligence.
Tidak hanya itu, hasil penelitian ini juga telah menarik perhatian dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Universitas Muhammadiyah Kendari telah diundang untuk mempresentasikan SmartFarm Kendari dalam forum penelitian nasional yang akan diselenggarakan pada kuartal kedua tahun 2026.
Namun, tim peneliti menyadari bahwa masih banyak tantangan yang perlu diatasi untuk mewujudkan adopsi teknologi ini secara masif. Salah satu tantangan utama adalah aspek ekonomis. Meskipun biaya produksi telah diminimalkan, harga sistem SmartFarm Kendari masih dianggap cukup tinggi bagi petani menengah ke bawah. Untuk mengatasi hal ini, tim peneliti sedang mengeksplorasi berbagai skema pembiayaan dan kemitraan dengan koperasi petani.
“Kami juga sedang mengembangkan versi yang lebih sederhana dan lebih terjangkau, tanpa mengurangi fungsionalitas utamanya. Dengan pendekatan ini, kami berharap dapat menjangkau lebih banyak petani,” jelas Dr. Hendrik Suryanto ketika ditanya tentang strategi diseminasi penelitian.
Selain itu, tim juga sedang mengembangkan program pelatihan dan pendampingan untuk memastikan bahwa petani pengguna dapat mengoperasikan dan melakukan maintenance sistem dengan baik. “Teknologi tanpa adopsi pengguna adalah sia-sia. Oleh karena itu, kami serius dalam memberikan dukungan purna-jual dan edukasi berkelanjutan kepada pengguna,” tambah Ir. Siti Nurhaliza.
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa institusi pendidikan di kawasan timur Indonesia dapat menghasilkan penelitian yang tidak kalah kualitasnya dengan universitas-universitas di pulau Jawa atau Sumatera. Universitas Muhammadiyah Kendari, melalui Fakultas Tekniknya, menunjukkan bahwa inovasi dapat lahir dari mana saja, selama ada komitmen, dedikasi, dan ekosistem akademis yang mendukung.
Ke depannya, tim peneliti merencanakan untuk mengembangkan smart farming solution yang lebih komprehensif, mencakup sistem monitoring kesehatan tanaman, prediksi serangan hama dan penyakit, serta optimisasi penggunaan pupuk. Dengan pendekatan yang holistik ini, diharapkan produktivitas pertanian di wilayah Sulawesi Tenggara dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.
Penelitian inovatif SmartFarm Kendari ini menunjukkan bahwa universitas bukan hanya lembaga penghasil lulusan, tetapi juga pusat inovasi yang mampu berkontribusi langsung dalam pembangunan ekonomi dan sosial masyarakat. Universitas Muhammadiyah Kendari, khususnya Fakultas Teknik, telah membuktikan bahwa misi pengabdian masyarakat dapat dijalankan dengan serius dan menghasilkan karya nyata yang bermakna.
—
Kata kunci: Universitas Muhammadiyah Kendari, Fakultas Teknik, penelitian inovatif, sistem irigasi otomatis, IoT, pertanian berkelanjutan, SmartFarm Kendari, Sulawesi Tenggara